Diposting oleh akoemoe

10 Tanaman Berkhasiat Memulihkan Rambut Rontok



Seiring perjalanan waktu, keadaan rambut kita semakin menipis. Maklum, setiap kali menyisir, rambut rontok berjatuhan. Berbagai upaya memulihkannya barangkali pernah dicoba. Bagaimana dengan ramuan alami ini? Mungkin sudah saatnya kita mencoba pengobatan alternatif, yang ‘tempo doeloe’ pernah hidup. Salah satunya adalah memanfaatkan tanaman di sekitar kita. Ada beberapa tanaman seperti lidah buaya, teh, pisang, kelapa hijau, bayam, daun kacang panjang, daun urang-aring, buah lerak, dan buah nyamplung yang selama ini umum dimanfaatkan. Yang menarik adalah tak perlu keluar ongkos tinggi untuk memperoleh bahan-bahan tersebut. Â
Penyebab Kerontokan
Sebelum melangkah lebih jauh, kita kenali dulu sebab-sebab kerontokan. Bisa saja disebabkan oleh satu faktor tertentu. Namun, tak tertutup kemungkinan ada lebih dari satu sebab justru yang terjadi pada saat bersamaan. Penyebab kerontokan antara lain adalah:

1. Baru sembuh dari penyakit kronis seperti sifilis, kencing nanah, malaria, tifus, dan sebagainya.
2. Baru saja melahirkan anak.
3. Kondisi jiwa tergoncang berkepanjangan.
4. Menggunakan obat kimia yang justru kontraproduktif dengan pertumbuhan rambut.
5. Menggunakan sampo atau minyak rambut yang tidak semestinya.
6. Peredaran darah di kepala kurang lancar, sehingga kulit kepala kurang sehat.

Â
Tanaman dan Resep
Kita awali dengan perkenalan morfologi tanaman, lalu dilanjutkan dengan membuat dan menggunakan resep sebagai berikut:
1. Bayam
Tanaman bayam (Amaranthus hybridus) banyak ditaman di halaman rumah, kebun, atau di pinggir-pinggir jalan. Bunga berbentuk tongkol, warna putih atau hijau muda. Daunnya berbentuk lonjong atau bulat telur. Selain mengandung kalium, bayam juga mengandung protein, lemak, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Ramuan: Setengah genggam bayam dicuci, lalu digiling halus. Tambahkan setengah cangkir air matang dan satu sendok makan madu. Setelah itu diperas dan disaring. Minum tiga kali sehari, setiap kali setengah cangkir. Â
2. Daun Kacang Panjang
Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis) memiliki buah polong yang panjang. Berbunga putih atau hijau muda, bentuknya mirip kupu-kupu. Daunnya berbentuk segitiga, bisa dimakan sebagai sayur maupun dimanfaatkan untuk pengobatan alami. Daun dan buah kacang panjang mengandung zat-zat protein, kalsium, fosfor, besi, belerang, magnesium, mangan, niasin, vitamin B1, B2, dan C. Ramuan: Satu genggam daun kacang panjang dicuci bersih lalu digiling halus. Kemudian diremas setelah dicampur dengan dua sendok makan minyak kastor. Pemakaiannya digosok-gosok merata di kulit kepala sambil dipijit-pijit seperlunya. Lakukan itu sesudah mandi petang, kemudian bungkus memakai handuk semalaman. Basuh rambut pada esok harinya. Â
3. Kelapa Hijau
Pohon kelapa hijau (Cocos nucifera) biasanya tumbuh di tepi pantai. Sekarang banyak ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias. Batang pohon ramping lurus, tinggi sampai 14 meter lebih. Daunnya berpelepah sepanjang 2-3 meter. Bunganya berbentuk bunga tongkol. Buahnya berwarna hijau cerah, berbentuk kerucut, terbungkus serabut tebal. Kandungan air kelapa hijau adalah glukosa, sakarosa, sukrosa, fruktrosa, mineral, dan asam amino. Ramuan: Sebuah kelapa hijau, pangkas bagian atas dan bawahnya, buatlah lubang di salah satu bagian. Masukkan garam dapur satu sendok teh, kemudian diembunkan di luar rumah semalam penuh. Gunakan airnya untuk membasuh kulit kepala sambil dipijit-pijit. Lakukan setiap petang hari sesudah mandi, lalu bungkus dengan handuk sampai pagi. Â
4. Klerak
Tumbuhan klerak atau lerak (sapindus rarak) masih sering dijumpai di hutan belantara. Berbatang besar, tinggi mencapai 40 meter. Buahnya bulat agak pipih, kulitnya berkerut, dan warnanya cokelat bila sudah tua. Daging buahnya mengandung zat saponin (beracun), sedangkan bijinya mengandung minyak. Ramuan: Sediakan 12 buah biji klerak, lalu rendam dalam air panas. Biarkan beberapa saat sampai airnya dingin. Pakailah air rendamannya untuk membasahi kulit kepala sambil dipijit-pijit dengan ujung jari. Bungkus kepala dengan handuk bersih semalam penuh. Â
5. Lidah Buaya
Tanaman lidah buaya (Aloe vera) sekarang mulai banyak dibudidayakan di tempat berudara panas. Atau juga dalam pot dan sekitar pekarangan rumah. Bentuk daun meruncing, tebal berdaging sekitar satu cm, panjang 30 cm, getas, berduri lunak, dagingnya putih bening seperti gelatin. Daun lidah buaya mengandung bermacam-macam zat, seperti barbaloin, isobarbaloin, beta-barbaloin, dan damar. Ramuan: Satu pelepah daun lidah buaya dicuci bersih. Lalu duri dan kulitnya pada sisi bagian dalam dihilangkan. Nah, silakan isi lidah buaya itu untukdigosokkan di kulit kepala yang sebelumnya sudah dikeramas pada sore hari. Kemudian bungkuslah dengan handuk bersih. Bilaslah pada pagi esok harinya. Lakukan ini setiap hari selama tiga bulan. Â
6. Daun Mangkokan
Tanaman mangkokan (Nothopanax scutellanium) tumbuh liar di tepi sungai berudara panas. Kadang dimanfaatkan juga sebagai tanaman pagar hidup. Termasuk tanaman perdu dengan tinggi hingga tiga meter.Bentuk daunnya seperti namanya, mirip mangkuk dengan bau yang sedap. Daunmangkokan mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Ramuan: Satu genggam daun mangkokan dicuci bersih, lalu ditumbuk sampai halus. Remaslah dengan dua gelas air masak, lalu disaring. Air perasan inilah yang dipakai untuk menggosok kulit kepala sambil dipijit-pijit. Kemudian bungkus dengan handuk bersih semalaman. Bilaslah pada pagi harinya. Â
7. Nyamplung
Tanaman nyamplung (Calophyllum inopyllum) biasanya hidup liar di tepi sungai atau pantai yang berudara panas sampai ketinggian 600 m dpl. Berbatang besar dan tingginya bisa mencapai 22 meter. Daun agak lonjong dan lumayan tebal. Bunga tumbuh di ketiak daun, warna putih. Buah berbentuk bulat mirip kelereng dan bertempurung agak keras. Biji bulat, tebal, keras, dan berwarna cokelat. Biji nyamplung mengandung takamaha, resin, minyak atsiri, kalofiloid, asam kalofilat, sitosterol, lendir, gliserin, minyak lemak, tanin, takaferol, dan karotenoid. Damarnya mengandung aneka zat seperti takamahin, asam takawahol, gumi, resin, dan minyak terbang. Ramuan: Biji nyamplung diproses untuk diambil minyaknya. Secara sederhana, siapkan satu genggam biji nyamplung, pecahkan dari kulit kerasnya. Letakkan di kain bersih atau piring dan jemurlah seharian, maka akan keluar minyaknya. Minyak inilah yang digunakan untuk digosok-gosokkan di kulit kepala, sebagai penumbuh dan penyubur rambut. Â
8. Pisang
Negeri kita termasuk kaya akan tanaman pisang (Musa paradisiaca). Setidaknya ada 75 jenis pisang di Indonesia. Tiga di antaranya sudah amat dikenal, yaitu pisang badak dengan sebutan cavendish, pisang ambon yang disebut gras michael, dan pisang susu yang dikenal dengan nama lady finger. Getah pisang mengandung tanin dan asam galat, sedangkan buahnya mengandung noradrenalin, 5-hidroksi triptamin, depamin, vitamin A, B kompleks, C, dan E, serta seratonin, pektin, dan tanin. Ramuan: Siapkan umbi batang pisang. Potong merata, cuci bersih lalu dilubangi sedalam sejengkal atau kira-kira 18 cm supaya air umbinya bisa terkumpul di dalamnya. Setelah umbi terisi air dari umbinya, air tersebut bisa untuk membasuh rambut dan kulit kepala. Kemudian bungkuslah dengan handuk bersih sampai pagi hari. Â
9. Teh
Kebuh teh di lereng-lereng pegunungan memang menyejukkan. Tanaman teh (Camellia sinensis) memiliki daun berbentuk lonjong. Bunganya tumbuh pada ketiak daun, warna putih. Buahnya bulat-bulat, berwarna cokelat hitam. Daun teh benyak mengandung zat samak. Ramuan: Ambil satu mangkuk air teh kental. Pada pukul 22.00, letakkan di halaman atau di luar luar rumah agar terkena embun sampai pagi. Petang hari berikutnya setelah mandi, air teh tadi dipakai untuk membasuh rambut dan kulit kepala sambil dipijit-pijit. Berikutnya bungkus dengan handuk sampai pagi dan bilas kembali. Â
10. Daun Urang-aring
Tanaman urang-aring (Eclipta prostrata) masih belum banyak dibudibayakan, malah kebanyakan tumbuh liar di ladang atau tepian sungai. Ia tergolong tanaman rumput-rumputan, tingginya sampai 60 cm lebih. Daunnya tunggal, bulat telur, berseling berhadapan, ujung runcing, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, warna hijau, dan bisa dimakan sebagai sayur. Bunganya berwarna putih, baunya agak sedap, buahnya bulau-bulat, warna hitam. Kandungan yang sangat mencolok pada tanaman urang-aring adalah nikotina. Ramuan: Satu genggam daun urang-aring dicuci bersih lalu digiling halus. Selanjutnya diremas dengan dua gelas air matang, kemudian diperas dan disaring. Hasil saringan diletakkan di luar rumah, diembunkan dari pukul 19.00 sampai pagi. Berikutnya pada petang hari sesudah mandi dipakai untuk membasahi rambut dan kulit kepala sambil dipijit-pijit. Bungkus pakai handuk bersih sampai pagi.


Sumber : http://apakabardunia.com

Diposting oleh akoemoe

Pulau-pulau Indonesia yang sangat kaya raya sejak masa peradaban kuno

Masa lampau Indonesia sangat kaya raya. Ini dibuktikan oleh informasi dari berbagai sumber kuno. Kali ini kami akan membahas kekayaan tiap pulau yang ada di Indonesia. Pulau-pulau itu akan kami sebutkan menjadi tujuh bagian besar yaitu Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda kecil, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Sumatera - Pulau Emas


Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas.

Pada masa Dinasti ke-18 Fir'aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua - daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir'aun Mesir kuno.

Di samping Barus, di Sumatera terdapat juga kerajaan kuno lainnya. Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir. Gunung Ophir (dikenal juga dengan nama G. Talamau) merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat, yang terdapat di daerah Pasaman. Kabarnya kawasan emas di Sumatera yang terbesar terdapat di Kerajaan Minangkabau. Menurut sumber kuno, dalam kerajaan itu terdapat pegunungan yang tinggi dan mengandung emas. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir. Di Pulau Sumatera juga berdiri Kerajaan Srivijaya yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di utara, hingga Maluku di timur.

Kini kekayaan mineral yang dikandung pulau Sumatera banyak ditambang. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera selain emas. Sumatera memiliki berbagai bahan tambang, seperti batu bara, emas, dan timah hitam. Bukan tidak mungkin sebenarnya bahan tambang seperti emas dan lain-lain banyak yang belum ditemukan di Pulau Sumatera. Beberapa orang yakin sebenarnya Pulau Sumatera banyak mengandung emas selain dari apa yang ditemukan sekarang. Jika itu benar maka Pulau Sumatera akan dikenal sebagai pulau emas kembali.


Jawa - Pulau Padi

Dahulu Pulau Jawa dikenal dengan nama JawaDwipa. JawaDwipa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "Pulau Padi" dan disebut dalam epik Hindu Ramayana. Epik itu mengatakan "Jawadwipa, dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas dan perak, kaya dengan tambang emas", sebagai salah satu bagian paling jauh di bumi. Ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya “negeri Emas” dan “negeri Perak” dan pulau-pulau, antara lain pulau “”Iabadiu” yang berarti “Pulau Padi”.
Ptolomeus menyebutkan di ujung barat Iabadiou (Jawadwipa) terletak Argyre (kotaperak). Kota Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan Sunda kuno, Salakanagara yang terletak di barat Pulau Jawa. Salakanagara dalam sejarah Sunda (Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka diartikan perak sedangkan nagara sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota perak.

Di Pulau Jawa ini juga berdiri kerajaan besar Majapahit. Majapahit tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan kepulauan Nusantara meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Dalam catatan Wang Ta-yuan, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan biarawan Roma tahun 1321, Odorico da Pordenone, menyebutkan bahwa istana Raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.

Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.
Raffles pengarang buku The History of Java merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”

Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari kebutuhan pangan Indonesia. Pertanian padi banyak terdapat di Pulau Jawa karena memiliki kesuburan yang luar biasa. Pulau Jawa dikatakan sebagai lumbung beras Indonesia. Jawa juga terkenal dengan kopinya yang disebut kopi Jawa. Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika.
Hasil pertanian pangan lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di Jawa, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak, petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan. Bahkan di Jawa kini dicoba untuk ditanam gandum dan pohon kurma. Bukan tidak mungkin jika lahan di Pulau Jawa dipakai dan diolah secara maksimal untuk pertanian maka Pulau Jawa bisa sangat kaya hanya dari hasil pertanian.


Kepulauan Sunda kecil (Bali, NTB dan NTT) - Kepulauan Wisata

Ptolemaeus menyebutkan, ada tiga buah pulau yang dinamai Sunda yang terletak di sebelah timur India. Berdasarkan informasi itu kemudian ahli-ahli ilmu bumi Eropa menggunakan kata Sunda untuk menamai wilayah dan beberapa pulau di timur India. Sejumlah pulau yang kemudian terbentuk di dataran Sunda diberi nama dengan menggunakan istilah Sunda pula yakni Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil. Kepulauan Sunda Besar ialah himpunan pulau besar yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor.

Daerah Kepulauan Sunda kecil ini dikenal sebagai daerah wisata karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Sejak dulu telah ada yang berwisata ke daerah ini. Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11. Pada tahun 1920 wisatawan dari Eropa mulai datang ke Bali. Bali di Eropa dikenal juga sebagai the Island of God.

Di Tempat lain di Kepulauan Sunda Kecil tepatnya di daerah Nusa Tenggara Barat dikenal dari hasil ternaknya berupa kuda, sapi, dan kerbau. Kuda Nusa tenggara sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Abad 13 M Nusa Tenggara Barat telah mengirim kuda-kuda ke Pulau Jawa. Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai tempat pariwisata raja-raja. Raja-raja dari kerajaan Bali membangun Taman Narmada pada tahun 1727 M di daerah Pulau Lombok untuk melepas kepenatan sesaat dari rutinitas di kerajaan.

Daerah Sunda Kecil yang tidak kalah kayanya adalah Nusa Tenggara Timur, karena di daerah ini terdapat kayu cendana yang sangat berharga. Cendana adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Cendana dari Nusa Tenggara Timur telah diperdagangkan sejak awal abad masehi. Sejak awal abad masehi, banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor. Konon Nabi Sulaiman memakai cendana untuk membuat tiang-tiang dalam bait Sulaiman, dan untuk alat musik. Nabi Sulaiman mengimpor kayu ini dari tempat-tempat yang jauh yang kemungkinan cendana tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Kini Kepulauan Sunda kecil ini merupakan tempat pariwisata yang terkenal di dunia. Bali merupakan pulau terindah di dunia. Lombok juga merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Sementara itu di Nusa tenggara Timur terdapat Pulau yang dihuni binatang purba satu-satunya di dunia yang masih hidup yaitu komodo. Kepulauan Sunda kecil merupakan tempat yang misterius dan sangat menawan. Kepulauan ini bisa mendapat banyak kekayaan para pelancong dari seluruh dunia jika dikelola secara maksimal.



Kalimantan - Pulau Lumbung energi

Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Kalimantan dalam berita-berita China (T’ai p’ing huan yu chi) disebut dengan istilah Chin li p’i shih. Nusa Kencana" adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno. Orang Melayu menyebutnya Pulau Hujung Tanah (P'ulo Chung). Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda.

Pada zaman dulu pedagang asing datang ke pulau ini mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet melakukan barter dengan guci keramik yang bernilai tinggi dalam masyarakat Dayak. Para pendatang India maupun orang Melayu memasuki muara-muara sungai untuk mencari lahan bercocok tanam dan berhasil menemukan tambang emas dan intan di Pulau ini.

Di Kalimantan berdiri kerajaan Kutai. Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara. Nama Kutai sudah disebut-sebut sejak abad ke 4 (empat) pada berita-berita India secara tegas menyebutkan Kutai dengan nama “Quetaire” begitu pula dengan berita Cina pada abat ke 9 (sembilan) menyebut Kutai dengan sebutan “Kho They” yang berarti kerajaan besar. Dan pada abad 13 (tiga belas) dalam kesusastraan kuno Kitab Negara Kertagama yang disusun oleh Empu Prapanca ditulis dengan istilah “Tunjung Kute”. Peradaban Kutai masa lalu inilah yang menjadi tonggak awal zaman sejarah di Indonesia.

Kini Pulau Kalimantan merupakan salah satu lumbung sumberdaya alam di Indonesia memiliki beberapa sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, diantaranya adalah batubara, minyak, gas dan geothermal. Hutan Kalimantan mengandung gambut yang dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit listrik maupun pemanas sebagai pengganti batu bara. Yang luar biasa ternyata Kalimantan memiliki banyak cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi lain yakni sebagai penyedia sumber energi botani atau terbaharui. Sumber energi botani atau bioenergi ini adalah dari CPO sawit. Pulau Kalimantan memang sangat kaya.


Sulawesi - Pulau besi


Orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama Sholibis. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Celebes. Pulau ini telah dihuni oleh manusia sejak 30.000 tahun yang lalu terbukti dengan adanya peninggalan purba di Pulau ini. Contohnya lokasi prasejarah zaman batu Lembah Besoa.

Nama Sulawesi konon berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’. Pulau Sulawesi sejak dahulu adalah penghasil bessi (besi), sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Di sulawesi pernah berdiri Kerajaan Luwu yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Sulawesi. Wilayah Luwu merupakan penghasil besi. Bessi Luwu atau senjata Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya, bukan saja di Sulawesi tetapi juga di luar Sulawesi. Dalam sejarah Majapahit, wilayah Luwu merupakan pembayar upeti kerajaan, selain dikenal sebagai pemasok utama besi ke Majapahit, Maluku dan lain-lain. Menurut catatan yang ada, sejak abad XIV Luwu telah dikenal sebagai tempat peleburan besi.

Di Pulau Sulawesi ini juga pernah berdiri Kerajaan Gowa Tallo yang pernah berada dipuncak kejayaan yang terpancar dari Sombaopu, ibukota Kerajaan Gowa ke timur sampai ke selat Dobo, ke utara sampai ke Sulu, ke barat sampai ke Kutai dan ke selatan melalui Sunda Kecil, diluar pulau Bali sampai ke Marege (bagian utara Australia). Ini menunjukkan kekuasaan yang luas meliputi lebih dari 2/3 wilayah Nusantara.

Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting. Pada abad ke 14 Masehi, orang Sulawesi sudah bisa membuat perahu yang menjelajahi dunia. Perahu pinisi yang dibuat masyarakat Bugis pada waktu itu sudah bisa berlayar sampai ke Madagaskar di Afrika, suatu perjalanan mengarungi samudera yang memerlukan tekad yang besar dan keberanian luar biasa. Ini membuktikan bahwa suku Bugis memiliki kemampuan membuat perahu yang mengagumkan, dan memiliki semangat bahari yang tinggi. Pada saat yang sama Vasco da Gama baru memulai penjelajahan pertamanya pada tahun 1497 dalam upaya mencari rempah-rempah, dan menemukan benua-benua baru di timur, yang sebelumnya dirintis Marco Polo.

Sampai saat ini Sulawesi sangat kaya akan bahan tambang meliputi besi, tembaga, emas, perak, nikel, titanium, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu, krikil dan trass. Jika saja dikelola dengan baik demi kemakmuran rakyat maka menjadi kayalah seluruh orang Sulawesi.


Maluku - Kepulauan rempah-rempah


Maluku memiliki nama asli "Jazirah al-Mulk" yang artinya kumpulan/semenanjung kerajaan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil. Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Orang Belanda menyebutnya sebagai ‘the three golden from the east’ (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis, Tome Pirez menulis buku ‘Summa Oriental’ yang telah melukiskan tentang Ternate, Ambon dan Banda sebagai ‘the spices island’.

Pada masa lalu wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohonnya sendiri merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai Spice Islands.

Pada 4000 tahun lalu di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Meski dukungan arkeologis sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas.

Selain cengkeh, rempah-rempah asal Maluku adalah buah Pala. Buah Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting pada masa Romawi. Melihat mahalnya harga rempah-rempah waktu itu banyak orang Eropa kemudian mencari Kepulauan rempah-rempah ini. Sesungguhnya yang dicari Christoper Columbus ke arah barat adalah jalan menuju Kepulauan Maluku, ‘The Island of Spices’ (Pulau Rempah-rempah), meskipun pada akhirnya Ia justru menemukan benua baru bernama Amerika. Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.

Kini sebenarnya Maluku bisa kembali berjaya dengan hasil pertaniannya jika terus dikembangkan dengan baik. Maluku bisa kaya raya dengan hasil bumi dan lautnya.



Papua - Pulau surga


Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI. Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas. Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang.

Tidak diketahui apakah pada peradaban kuno sebelum masehi di Papua telah terdapat kerajaan. Bisa jadi zaman dahulu telah terdapat peradaban maju di Papua. Pada sebuah konferensi tentang lampu jalan dan lalulintas tahun 1963 di Pretoria (Afrika Selatan), C.S. Downey mengemukakan tentang sebuah pemukiman terisolir di tengah hutan lebat Pegunungan Wilhelmina (Peg. Trikora) di Bagian Barat New Guinea (Papua) yang memiliki sistem penerangan maju. Para pedagang yang dengan susah payah berhasil menembus masuk ke pemukiman ini menceritakan kengeriannya pada cahaya penerangan yang sangat terang benderang dari beberapa bulan yang ada di atas tiang-tiang di sana. Bola-bola lampu tersebut tampak secara aneh bersinar setelah matahari mulai terbenam dan terus menyala sepanjang malam setiap hari. Kita tidak tahu akan kebenaran kisah ini tapi jika benar itu merupakan hal yang luar biasa dan harus terus diselidiki.

Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya sejak dulu. Pada abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua. Dengan armadanya yang kuat Sriwijaya mengunjungi Maluku dan Papua untuk memperdagangkan rempah – rempah, wangi – wangian, mutiara dan bulu burung Cenderawasih. Pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Pada abad XVI Pantai Utara sampai Barat daerah Kepala Burung sampai Namatota ( Kab.Fak-fak ) disebelah Selatan, serta pulau – pulau disekitarnya menjadi daerah kekuasaan Sultan Tidore.

Tanah Papua sangat kaya. Tembaga dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat berlimpah yang terdapat di Papua. Papua terkenal dengan produksi emasnya yang terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah. Papua juga disebut-sebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 diberitakan suatu tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia mengadakan peninjauan di sebagian daerah pegunungan Foja Propinsi Papua Indonesia. Di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan "dunia yang hilang",dan "Taman Firdaus di bumi", dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, orang Papua pun bisa lebih makmur dengan kekayan alam yang melimpah tersebut.

-**-

Demikianlah sedikit tulisan mengenai pulau-pulau di Indonesia yang sangat kaya. Dari tulisan tersebut sebenarnya Indonesia sudah dikenal sebagai bumi yang kaya sejak zaman peradaban kuno. Kita tidak tahu peradaban kuno apa yang sebenarnya telah ada di Kepulauan Nusantara ini. Bisa jadi telah ada peradaban kuno dan makmur di Indonesia ini yang tidak tercatat sejarah.
Ilmuwan Brazil Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskan teori bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis. Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu.

Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, mengajukan bahwa Sundaland (Indonesia) adalah Taman Firdaus (Taman Eden). bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Indonesia memang merupakan lahan yang subur dan indah yang terletak di jalur cincin api (pacific ring of fire), yang ditandai keberadaan lebih dari 500 gunung berapi di Indonesia. Indonesia bisa saja disebut sebagai surga yang dikelilingi cincin api. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya kita semua sepakat mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan hasil bumi, laut maupun budayanya.

Kebudayaan asli Indonesia sudah berumur ribuan tahun sebelum peradaban Mesir maupun Mesopotamia mulai menulis di atas batu. Peradaban bangsa Indonesia mungkin memang tidak dimulai dengan tradisi tulisan, akan tetapi tradisi lisan telah hidup dan mengakar dalam jiwa masyarakat kuno bangsa kita.
Alam Indonesia yang kaya-raya dan dirawat dengan baik oleh nenek moyang kita juga menjadi salah satu faktor yang membuat kepulauan nusantara menjadi sumber perhatian dunia. Indonesia merupakan negara yang terletak di khatulistiwa yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah di samping letaknya yang strategis secara geografis. Sumber daya alam tersebut mulai dari kekayaan laut, hutan, hingga barang tambang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kini mulai banyak ditemukan tambang baru di Indonesia. Orang Indonesia akan terkejut dengan kekayaan alam apa lagi yang akan muncul dari dalam bumi Indonesia ini.

Bumi yang kaya ini jika dikelola dengan baik akan membuat setiap rakyat Indonesia bisa memperoleh kemakmuran yang luar biasa sehingga bisa jadi suatu saat rakyat Indonesia sudah tidak perlu dikenakan pajak seperti saat ini, dan segala fasilitas bisa dinikmati dengan gratis berkat dari kekayaan alam yang melimpah yang dibagi kepada rakyat secara adil. Yang dibutuhkan Indonesia adalah penguasa baik, adil dan pandai yang amat mencintai rakyat dan menolak segala bentuk kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Sudah saatnya Indonesia bangkit menuju kejayaannya. Jika hal itu terlaksana Indonesia bisa menjadi negara paling kaya di dunia.

Diposting oleh akoemoe

Proses Terbentuknya Pulau Jawa


Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara, yang bertabrakan dengan lempengan sebelah utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung Himalaya.

Konon, proses tersebut terjadi pada 20-36 juta tahun yang silam. Anak benua yang di selatan sebagian terendam air laut, sehingga yang muncul di permukaan adalah gugusan-gugusan pulau yang merupakan mata rantai gunung berapi. Gugusan pulau-pulau di Asia Tenggara, yang sebagian adalah Nuswantoro (Nusantara), yang pada zaman dahulu disebut Sweta Dwipa. Dari bagian daratan ini salah satunya adalah gugusan anak benua yang disebut Jawata, yang satu potongan bagiannya adalah pulau Jawa.Jawata artinya gurunya orang Jawa. Wong dari kata Wahong, dan Tiyang dari kata Ti Hyang, yang berarti keturunan atau berasal dari Dewata. Konon karena itulah pulau Bali sampai kini masih dikenal sebagai pulau Dewata, karena juga merupakan potongan dari benua Sweta Dwipa atau Jawata.

Mengingat kalau dulunya anak benua India dan Sweta Dwipa atau Jawata itu satu daerah, maka tidak heran kalau ada budayanya yang hampir sama, atau mudah saling menerima pengaruh. Juga perkembagan agama di wilayah ini, khususnya Hindu dan Budha yang nyaris sama.

Diposting oleh akoemoe

Kaos Bergambar Burung Garuda Juga Ada Pada Kaos O’Quinn

Nampaknya pemakaian lambang Garuda Pancasila pada baju kaos belum berakhir.Setelah rumah mode Armani memutuskan menghentikan penjualan online kaos berlogo mirip lambang nasional Indonesia, Burung Garuda, karena mendapat protes dari warga indonesia.Kali ini sebuah situs brand di Amerika telah pula menjiplak gambar Garuda Pancasila itu dalam kaos bermerk O’Quinn. Kaos tersebut dijual dengan harga $17.97.Jauh lebih murah dibandingkan dengan kaos ”Garuda Pancasila” milik Armani yaitu US$42.



Dalam kaos O’Quinn ini burung Garuda Pancasila terlihat jelas. Dengan kepala menengok ke kanan, bulu di sayap berjumlah 17, pada buntut berjumlah 8 dan 45 pada leher menunjukkan, gambar burung dalam kaos tersebut berupakan gambar Garuda Pancasila.Angka-angka tersebut betul betul mengartikan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan Indonesia.Sedangkan gambar pada dada garuda dalam kaos tersebut yang seharusnya gambar lima sila Pancasila, telah diubah menjadi huruf O dan Q yang digabung. Sementara itu, pada bagian bawah pada Garuda Pancasila bertuliskan Bhineka Tunggal Ika, diubah menjadi tulisan ‘Huntington Beach, California’.

Pada situs tersebut dituliskan penawaran kaos O’Quinn bertuliskan O’QUINN Slim Guruda Mens T-Shirt.Kalau mau lihat langsung saja kesitusnya www.tillys.com

Diposting oleh akoemoe

Nglanggeran, Gunung Api Purba yang Memesona



Gunung Api Purba NglanggeranGunung Nglanggeran adalah sebuah gunung api purba berumur sekitar 60 juta tahun yang terletak di kawasan Baturagung, bagian utara Kabupaten Gunung Kidul pada ketinggian sekitar 200-700 mdpl.

Teletak di desa Nglanggeran Kecamatan Patuk, tempat wisata ini dapat ditempuh sekitar 15 menit atau sekitar 22 km dari kota Wonosari.

Kawasan ini konon merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan yang secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Berdasarkan hasil sejumlah penelitian dan referensi, gunung Nglanggeran adalah gunung berapi purba, yang keberadaanya jauh sebelum terbentuknya Gunung Merapi di Kabupaten Sleman.

Mendaki Gunung Nglanggeran, Anda akan menjumpai sebauh bangunan Joglo (Pendopo Joglo Kalisong) di pintu masuk, dan akan ada tiga bangunan gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang sampai puncak gunung.

Dari atas gunung, pemandangan terhampar luas bak permadani hijau. Kala kita memandang ke bawah, kita bisa melihat ladang, kebun, dan bangunan tower dan berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, manambah keindahan alam.

Nama Nglanggeran konon berasal dari kata planggaran yang bermakna setiap perilaku jahat pasti ketahuan. Ada pula yang menuturkan, nama bukit berketinggian 700 meter di atas permukaan laut ini dengan kata langgeng artinya desa yang aman dan tentram.

Selain sebutan tersebut, gunung yang tersusun dari banyak bebatuan ini dikenal dengan nama Gunung Wayang karena terdapat gunung/bebatuan yang menyerupai tokoh pewayangan. Menurut kepercayaan adat jawa Gunung Nglanggeran dijaga oleh Kyi Ongko Wijaya dan Punakawan. Punakawan dalam tokoh pewayangan tersebut, yakni Semar, Gareng, Petruk, serta Bagong.

Kepercayaan lain menyebutkan bahwa Gunung Nglanggeran sebagai Gunung Wahyu karena gunung tersebut diyakini sebagai sarana meditasi memperoleh wahyu dari Tuhan Yang Maha Esa. Air dari gunung Nglanggeran sering diambil abdi dalem dari Kraton Yogyakarta sebagai sarana mohon ketentraman dan keselamatan semua masyarakat DIY. Tak heran, sebagian orang masih mengeramatkan gunung tersebut. Pada malam tahun baru Jawa atau Jumat Kliwon, beberapa orang memilih semedi di puncak gunung ini.

Desa Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul Yogyakarta INDONESIA
telp: +62-818-0260-6050

Menuju Kesana

Dari arah Wonosari kita melewati Bunderan Sambipitu, pilih kanan arah ke Dusun kerajinan Topeng, Bobung. Kemudian menuju Desa Nglanggeran.

Dari arah Jogja: Dari Bukit Bintang Patuk, Radio GCD FM, belok kiri kira-kira tujuh kilometer (arah desa Ngoro-oro lokasi stasiun-stasiun transmisi televisi), dan menuju desa Nglanggeran.
Album Foto
Gunung Nglanggeran dari Bawah
Gunung Nglanggeran dari Bawah
Pendopo di Gunung Nglanggeran
Pendopo di Gunung Nglanggeran
Proses Pendakian ke Puncak
Proses Pendakian ke Puncak
Pemandangan dari Puncak
Pemandangan dari Puncak
Sumber : http://gudeg.net

Diposting oleh akoemoe

Fakta Menarik dari Polah Bayi

Tidak semua fakta mengenai bayi diketahui oleh masyarakat apalagi orangtuanya. Cari tahu fakta menarik apa saja seputar tingkah polah si bayi agar orangtua tidak terkaget-kaget.

Apapun latar belakang etnisnya, semua bayi dilahirkan dengan kulit yang berwarna agak merah muda akibat kulit bayi yang masih sangat tipis sehingga warna pembuluh darah terlihat.

Seperti dikutip dari Askamum, masih ada beberapa fakta lain yang jarang diketahui masyarakat, yaitu:

1. Bayi yang baru lahir mengenali ibunya melalui suara yang didengarnya saat dilahirkan, sekitar 14 hari kemudian baru belajar mengenali suara ayahnya.

2. Bayi yang baru lahir selalu dilahirkan dengan mata biru, tapi warna ini bisa berubah dalam beberapa menit setelah kelahiran.

3. Wajah bayi berubah sangat cepat, biasanya wajah bayi akan terlihat sangat berbeda dalam beberapa hari.

4. Bayi laki-laki maupun perempuan lahir dengan sedikit payudara yang membengkak. Ini dikarenakan bayi menerima asupan hormon perempuan dari plasenta sebelum kelahiran.

5. Bayi hingga usia 6-7 bulan bisa bernapas dan menelan pada waktu yang bersamaan, sedangkan orang dewasa tidak bisa.

6. Bayi tidak memiliki keringat karena kelenjar keringatnya belum berkembang secara sempurna.

7. Sidik jari baru akan terbentuk saat bayi berusia 3 bulan.

8. Bayi yang baru lahir hanya terfokus pada obyek yang berjarak 25 cm dari hidungnya, diperkirakan itu adalah jarak dari payudara ibunya ke mata si bayi.

9. Bayi sering terlihat sedang tersenyum saat di USG, tapi proses kelahiran merusak suasana hatinya sehingga bayi jarang sekali tersenyum selama sekitar 1 bulan setelah kelahiran.

10. Tak peduli tanggal berapa bayi tersebut lahir, tapi di tanggal yang sama dia akan berbagi ulang tahun dengan sekitar 9 juta orang lain di seluruh dunia.

11. Saat kelahiran otak bayi terdiri lebih dari 10 juta sel saraf.

12. Rata-rata bayi tidak akan mengeluarkan air mata saat menangis hingga berusia 3-6 minggu.

13. Tangan kanan atau kiri yang akan dominan digunakan oleh bayi sudah ditentukan sejak usia kehamilan 10 minggu di dalam rahim.

14. Berat kepala bayi yang baru lahir sebesar seperempat dari total berat tubuhnya.

15. Bayi yang baru lahir tidak akan memiliki tempurung lutut, bayi akan mengembangkannya pada usia antara enam bulan sampai satu tahun.

16. Bayi memiliki indra penciuman yang sangat kuat, sehingga bayi mudah mengenali ibunya melalui penciuman sendiri.

17. Satu dari sepuluh bayi yang lahir memiliki setidaknya satu tanda lahir.

18. Bayi bernapas lebih cepat dari orang dewasa yaitu sekitar 30-50 kali dalam 1 menit, sedangkan orang dewasa sekitar 15-20 kali dalam satu menit.

19. Bayi sering merasa gugup atau takut pada jenis makanan baru. Untuk mengatasinya cobalah bermain-main sedikit dengan makanan tersebut atau meletakkan sedikit makanan pada jari telunjuknya.

20. Jantung janin mulai berdetak 3 minggu setelah pembuahan.


Sumber : http://apakabardunia.com